Negeri Merapi Terancam Konflik Krisis Air

17-08-2017 05:03:05

Redelong (LeuserAntara) : Kondisi hutan Bener Meriah yang kian menciut akibat maraknya aksi penebangan kayu serta peluasan kebutuhan areal perkebunan warga, berdampak langsung terhadap terancamnya sumber mata air bersih.

 

Persoalan tersebut menuai keprihatinan aktivis lingkungan di daerah lereng merapi itu. “Berkurangnya sumber mata air akan menjadi masalah utama di masa mendatang. Krisis air tinggal menunggu waktu,”  kata Sadikin Gembel, aktivis lingkungan, Senin (14/7/18) dalam perbincangan bersama Wakil Ketua DPRK Bener Meriah di ruang kerjanya.

Dari itu, lanjut Sadikin, saat ini dibutuhkan regulasi yang mengatur perlunya menjaga sumber mata air bersih maupun batas wilayah hutan produksi serta hutan lindung. Sehingga keberadaan kebutuhan sumber hidup tidak terancam habis.

“Saya pridiksi, jika persoalan ini tidak tertangani dengan benar, ke depan warga di daerah ini bukan lagi memikirkan bagaimana mendapatkan uang untuk meningkatkan tarap ekonomi keluarga. Namun mereka lebih rentan terlibat konflik karena  berebut air guna bertahan hidup,” ungkapnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRK Bener Meriah, Darwinsyah, menyampaikan dirinya sependapat atas apa yang disampaikan Sadikin Gembel selaku penggiat dan aktivis lingkungan.

“Kami juga mencermati, ancaman krisis air ini musti segera ditangani, baik secara regulasi maupun membangun upaya menumbuhkan kesadaraan masyarakat atas pentingnya menjaga sumber suplai air,” sebutnya.

Menurut Darwin, menyusutnya volume air saat ini bisa ditemukan disejumlah titik aliran sungai di sana. Pun begitu, hanya sebagian kecil sungai yang masih ditemukan adanya aliran air, seperti; di bawah jembatan Lampahan, Singah Mulo dan Enang- Enang.

“Ancaman krisis air sudah pernah saya sampaikan dipandang umum. Bisa dipridiksi  soal ini ke depannya akan jadi masalah bila tidak segera ditanggulangi. Berdasarkan pengalaman saya sebelumnya di petugas PDAM di Angkup, Aceh Tengah, jangankan di daerah ini, di sana saja volume debit air sudah jauh berkurang,” tukasnya. [] (R02/foto ilustrasi)

Facebook Fans Page